Maandag, 13 Mei 2013

Antara Cinta Dan Cerita ^part1



ANTARA CINTA DAN CERITA



“Pagi tante, Giginya udah siap blm?” sapa Mita pada tante mulan ibunda Gigi,sahabatnya.
“bentar yah Mit, kayaknya masih dandan deh dikamar. Sarapan dulu yuk!”
“iya tante, mita tadi udah sarapan dirumah” tolak Mita secara halus.
“ahh Mit, pokoknya loe harus sarapan dulu bareng gue! Masih jam 6 kan ?”ujar Gigi,ia menyembulkan wajahnya dari balik pintu.
“iya deh dipaksa!”
“nah gitu dong yaa :)”
Pramita wihelmina dan Brigitta borkhataria adalah sahabat karib sejak kecil, mereka juga bertetangga makanya itu cewek yang kerap disapa Mita dan Gigi ini sangat dekat dan hampir dibilang kembar. Mita berparas eropa yang cantik namun berpenampilan tomboy dan dengan gayanya yang sangat maskulin, sementara Gigi cewek yang juga berambut bondol tetapi sangat feminim itu bisa saling melengkapi satu sama lain sebagai sahabat. Mita memang tak seberuntung Gigi, sahabatnya itu mempunyai keluarga yang lengkap seorang papah mamah dan kakak yang selalu memanjakannya. Bukan berarti Mita berasal dari keluarga yang broken home, hanya saja papah dan mamah Mita selalu sibuk dengan urusan kantor, sementara adiknya sedang meneruskan sekolah diluar kota dan tinggal bersama tantenya .
“bund, aku sama Mita berangkat sekolah dulu yah! Ikmal pasti udah nunggu nih” ujar Gigi seraya mencium tangan ibundanya, Mita hanya mengekor dan mengikutinya .
“yaudah hati hati ya anakku, belajar yang Rajin”
“siap bunda :)”balas Gigi dan Mita serempak, Mita sudah terbiasa memanggil tante mulan dengan sebutan bunda, nah mereka pun berjalan menuju sekolah, didepan terlihat seorang cowok yang bernama Ikmal Sebastian, cukup panggil Ikmal. Dia cowok yang sangat didambakan Gigi, kulit Ikmal yang cokelat sorot matanya yang tajam tubuhnya atletis dan behel yang terpasang di Giginya itu mempunyai arti tersendiri yang membuat Brigitta borkhataria jatuh hati padanya .
“heii, lumutan nih gue lama banget sih?”
“maaf yah Mal, tadi gue sama Mita sarapan dulu loe udah sarapan?”Tanya Gigi dengan perhatian namun tidak terlalu over, Mita sangat tau kalau Gigi sangat menyukai Ikmal.
“udah kok Gi, ohiya Mit gimana sama karya tulis yang mau loe ajuin di lomba itu?”
“udah beres semua kok Mal, tinggal nanti sore diserahin dan besok pengumumannya!”
“nanti mau gue anterin?”Tanya Ikmal lagi, Mita melirik Gigi wajahnya terlihat masam, Mita tau pasti Gigi sedang berfikir yang tidak tidak tentang ia dan Ikmal.
“gak usah lah, gue bisa minta anterin supir kok! Eh cepet yuk jalannya ntar telat!”ujar Mita lalu ia mendului Gigi dan Ikmal, Gigi hanya memandang Ikmal dengan tatapan bingung kenapa Ikmal bisa sebaik itu sama Mita? Sedangkan sama gue dia acuh. Apa ia lebih menyukai Mita dibandingkan gue? Lalu bagaimana dengan perasaan gue ke dia? Gumam Gigi dalam hati, memang selama ini sikap Ikmal terhadapnya terkesan biasa saja, tapi kalau untuk Mita ia begitu baik, bahkan lebih dari sekedar teman.
Kantin SMU PALAGAN siang ini terlihat sepi, mungkin karna ada pemilihan ekstra kulikuler baru yang diadakan di aula untuk anak anak kelas X dan XI, Cuma ada segelintir anak anak yang berada dikantin dan dua diantarnya adalah Mita dan Gigi .
“Mit, kalo Ikmal sukanya sama loe gimana?”Tanya Gigi memecah kesunyian .
“haha..apaan sih loe gi, gue sama Ikmal itu Cuma temen tau. Lagian kalo emang dia suka yaudah biarin aja kan yang penting gue gak suka sama dia, gue juga bukan tipe TMT kalee!”jawab Mita santai lalu menyeruput jus alpukat yang dipesannya .
“tapi Mit, dari sikap dia aja gue tau kalo dia suka sama loe. Dia memperlakukan loe itu bukan kayak seorang temen. Apa selama ini cinta gue ke dia Cuma sia-sia?”
“heii sejak kapan Gigi jadi pesimis gini? Tenang ajalah gi gue yakin kok kalo Ikmal suka sama loe tapi mungkin dia belum sadar aja!”
“apa mungkin karna gue gak secantik loe ya Mit, gue gak sekeren loe, gue gak supel and cerdas kayak loe!”
“ssst , loe kok jadi ngelantur sih ngomongnya? Inget ya gi setiap orang itu pasti punya kelebihan dan kekurangan tapi gak sepantesnya loe jadi ngerendahin diri loe kayak gitu. Siapa bilang loe gak cantik, gak supel, gak cerdas? Loe cantik gi, apalagi loe itu ramah. Bikin Ikmal jatuh cinta sama Gigi, sama seorang Brigitta borkhataria yang gue dan orang orang kenal. Gue percaya loe pasti bisa!”
“thanks ya Mit, loe emang sahabat gue yang paling the best, gue sayang sama loe!”ujar Gigi lalu memeluk Mita.
“eh udah dong ah meluknya ntar dikira gue lesbi lagi .haha udah bel kan yah? Gue balik duluan yaa gak mau ganggu loe sama Ikmal.dadah Gigi !”
“eh sukses yaah buat lombanya!” teriak Gigi, Mita sudah mulai menjauh dari pandangannya. Gigi menyapu pandangannya, ia sedang mencari sosok Ikmal. Tapi nihil ia tak menemukan Ikmal disekitar sekolah akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang sendiri .
*
sore ini Mita berangkat ke sebuah penerbit buku dikawasan Jakarta, ia sengaja mengikuti lomba ini agar mamanya bisa bangga jika ia menjadi juara pertama. Mita menggunakan T-shirt putih polos dipadu jaket kulit berwarna cokelat dan sepatu keets berwarna senada dengan T-shirtnya. Saat ia membuka pintu rumah ternyata Ikmal sudah menunggunya didepan gerbang, tentu dengan CBR hitamnya dan tersenyum.
“Ikmal? Loe ngapain disini?”
“jemput loe dong, kan gue udah janji mau nganterin loe!”
“eh tapi kan gue bilang gak usah. Udah deh gue dianter sama supir gue aja!”
“yah masa loe gak ngehargain gue sih? Gue kan udah niat baik mau nganterin loe. Ayo lahh gue anter!”bujuk Ikmal terus terusan, Mita yang melihat tampang Ikmal yang memelas pun menjadi tidak tega.
“yaudah deh yaa gue terima ajakan loe buat anterin gue. Tapi ini cukup sekali aja yaa!” ucap Mita, lalu naik kemotor Ikmal .
“you’re so beautiful Mita , loveyou :)”
“apaa mal? Gue gak denger!”
“eh bukan apa apa kok, lupain aja yah!”
“oh yaudah!” jawab Mita cuek, Ikmal hanya mengumpat dalam hati dasar Ikmal tolol, ngapain pake bilang cinta ke Mita, ahh dasar bego!!!
Mita mengambil formulir dan mengisi biodata dirinya lalu menyerahkan karya tulisnya .
Sementara ditempat yang berbeda Gigi terus memperhatikan hpnya, berharap ada satu sms dari Ikmal sekedar menanyakan sedang apa dirinya atau sekedar ucapan halo pun Gigi sudah senang, namun itu hanya harapan kosong. Selama ini Ikmal takkan pernah menghubungi Gigi terlebih dahulu sebelum Gigi menghubunginya . apakah memang kalo selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan? Tanpa ia sadari Air mata meluncur dengan sukses kewajah halusnya, apa benar Ikmal lebih mencintai Mita dibanding dirinya? Kenapa harus Mita? Kenapa harus sahabatnya sendiri? Gue emang sayang sama Ikmal, tapi gue lebih sayang sama Mita sahabat gue. Dan gue gak mau persahabatan gue dan Mita hancur Cuma karna satu cowok! Ujar Gigi, malam sudah mulai larut dan ia memutuskan untuk tidur, lagu lagu indah mengalir dari mp3 playernya .
====================0o0==================
Malam harinya Mita diantar pulang kerumah lagi oleh Ikmal, walaupun hatinya masih agak kesal karena ia kalah dilomba karya tulis itu.
“thanks ya mal, loe udah nganterin gue!”
“samasama Mit, ohiya loe jangan berkecil hati yah, biarpun loe gak jadi juara pertama tapi loe kan juara kedua, runner up girls!”
“iya mal, tapi sumpah gue masih dendam sama tuh cowok gue tau dia hebat tapi gak seharusnya dong dia bersikap seakan ngerendahin gue!”
“dia itu kan Wahyu Mit, kapten tim bola sekolah kita!”
“jadi loe kenal, argh bakal gue bales dia! Yaudah deh gue masuk duluan yah”
“yaudah gue pulang duluan daah :) jangan sedih!”
“okeii” ucap Mita lalu masuk kerumah, lagi lagi ia merasa telah mengecewakan sang mama, padahal ia tadi sudah sangat yakin bisa menjadi juara pertama,kenapa mesti runner up? Mama pasti marah kalo tau gue gagal jadi juara, maafin Mita yaa ma,tapi Cuma ini yang bisa Mita kasih ke mama untuk saat ini gumam Mita sebelum ia tidur .
**
“aduuh Gi, cepetan kek ntar telat nih!”ujar Mita yang sedang mrah marah ke Gigi, hari ini Gigi bangun terlambat, Mita juga heran padahal Gigi bukan tipe cewek yang suka telat bangun seperti dirinya.
“maaf Mit, semalem gue mimpi indah banget haha jadi kesiangan deh!”jawab Gigi nyengir “oh iyaa kemarin gimana? Sukses gak lomba karya tulisnya?” sambung gigi.
“oh iya gue belum cerita yah ke loe, gue gak jadi juara pertama gi. Gue runner up! Yang menang dari sekolah kita juga. Si Wahyu kapten bola!”
“hah? Wahyu yang ganteng itu yah Mit? Dia juga ikut lomba itu? Salut deh gue, udah keren ternyata pinter juga!”
“yaampun Gi, loe gak ngertiin gue banget yah? Gue benci sama si Wahyu itu. Mentang mentang dia juara dia bisa seenaknya aja gitu ngatain gue jutek, judes!”
“lho kok bisa dia bilang kayak gitu?gimana ceritanya?”
“dia bilang karna gue jutek and judes gue jadi gak juara, kan ngeselin. Tapi seenggaknya kan gue itu dibawah dia!”
“iya iya gak usah marah marah gitu dong ya? Hari ini loe kan ada pemilihan ketua osis? Loe jadi kandidat kan? Katanya Wahyu juga ikutan jadi kandidat loh!”
“hah? Wahyu? Masa iya gue bersaing sama dia lagi? Tapi kali ini gue harus menang!”
“gue dukung loe kok Mit, haha :) yuuk ahh siap siap dulu. Oh iya hari ini gue gak liat Ikmal deh,kemana ya dia?”
“ciyee kangen yah? Mungkin dia udah di aula kali, yaudah yuk kesana” ajak Mita, Gigi hanya nyengir dan mengekor dibelakang Mita .
Keadaan di aula sudah ramai sekali penuh sesak dengan anak anak kelas X,XI,danXII yang akan memilih ketua osis baru, dari 40orang yang mewakilkan diri hanya dipilih 15orang untuk menjadi ketua, wakil, dan bla bla bla.. Mita berdiri tepat disamping Wahyu, Wahyu melirik kearahnya lalu tersenyum angkuh seakan berkata gue yang akan jadi pemenang nona jutek, Mita hanya membalas senyuman itu dengan tatapan juteknya. Pemilihan ketua osis pun dimulai, dan saat menghitung hasil voting pun yang menang Wahyu, lagi lagi Mita menjadi Wakil, runner up again? Whats wrong with me ?
“mit, loe gak papa kan?”Tanya Gigi sambil menepuk pelan pundak Mita.
“makanya non jadi orang jangan jutek, gagal jadi juara kan ?”ujar Wahyu, tetap dengan senyum angkuhnya.
“loe gatau apa apa kan tentang gue? Pantes gitu bilang gue jutek? Loe tuh yang nyebelin!”
“udah dong ah, kenapa kalian jadi berantem deh? Mita Wahyu kalian kan sekarang Wakil dan Ketua osis harus saling membantu kan? Bukan malah berantem gini!”saut Gigi Bijak.
“ihh sumpah gue benci sama loe!”
“loe fikir gue suka sama loe? Sory yah gak ada tuh kata suka buat cewek jutek dan abal abal kayak loe!”
“terserah loe deh mau ngomong apa Mr. M” pungkas Mita lalu berjalan keluar aula, Gigi menyusulnya.
“Mit, gak usah ditanggepin yah. Loe tetep juara kok dimata gue!”
“gak Gi, gue gak bisa bikin mamah bangga sama gue, kenapa sih Wahyu slalu jadi penghalang untuk gue?”
“loe hebat Mit, loe udah ngalahin pesaing loe biarpun loe Cuma jadi Wakil kan? Jangan pesimis gitu yah Mit?”
“makasih Gi, loe emang best friend gue! Eh tadi Ikmal sms kita disuruh kekantin, laper nih gue :|”
“yaudah yuk kita kekantin “
Dikantin suasana terlihat sepi, bahkan tidak ada yang sedang mampir kesini selain Mita, Ikmal, dan Gigi. Mita duduk disebelah Ikmal, sementara Gigi sedang memesan bakso untuk dia dan Mita .
“Mit, gue mau jujur sama loe!”
“jujur apa mal? Kok jadi serius gini yah suasananya?”
“gue suka sama loe, bahkan gue sayang sama loe!”
“apa ? gak mungkin mal, kita ini kan sahabatan!”
“tapi gue sayang sama loe lebih dari sahabat Mit”
“gak mal, loe gak boleh suka sama gue, diluar sana ada yang lebih sayang sama loe!”
“gue gak perduli Mit, yang gue tau gue Cuma sayang sama loe!”papar Ikmal, prangg suara pecahan mangkuk yang sedang dipegang oleh Gigi, Mita menoleh dan benar saja Gigi sudah ada dibelakangnya dan menangis. Ya tuhan Gigi bisa salah faham .
“Gi, loe gapapa kan?”
“tentu, gue gapapa! Gue Cuma sedikit shock ternyata loe kayak gitu Mit?” jawab Gigi sesenggukan, ia menghapus air mata disudut matanya, kakinya terasa perih karna terkena kuah bakso dan pecahan mangkuk, tapi itu tak seberapa dibanding dengan sakit hatinya mendengar pengakuan Ikmal yang sangat mencintai Mita, entah apakah Mita juga mencintai Ikmal. Yang jelas untuk saat ini Gigi tidak bisa untuk menutupi perasaan kecewa terhadap sahabatnya.
“Gi, ini gak seperti apa yang loe fikirin?”
“emang menurut loe apa yang lagi gue fikirin. Santai aja lagi Mit, gue duluan yaa!”jawab Gigi, lalu pergi tentu dengan butiran air mata yang terus mengalir deras dari pelupuk matanya, kakinya perih tapi ia tahan. Gigi menyetop taksi dan kembali pulang kerumah .
“sebenernya ada apa sama Gigi ?”Tanya Ikmal.
“loe Tanya mal ada apa? Gigi itu Cinta sama loe, apa loe gak pernah sadar sama perasaannya dia? Selama ini dia slalu perhatian,care dan baik sama loe karna dia suka sama loe,kenapa sih loe gak peka banget sama perasaannya dia? Dia cewek yang pantes untuk loe mal,cewek yang tulus cinta sama loe. Maaf mal gue gak bisa bales perasaan loe karna gue emang gak ada perasaan apapun ke loe. Cuma rasa sayang sebagai sahabat.”papar Mita lalu meninggalkan Ikmal, hari ini Mita benar benar berada dipuncak kesedihan, sahabat yang amat ia sayangi sekarang telah salah faham, ia takut Gigi berfikiran macam macam tentang dirinya. Kenapa Ikmal harus menyukainya? Kenapa? Padahal sahabatnya lah yang menyukai Ikmal bukan Mita . bruuk saat Mita berjalan dikoridor kelas sambil menangis,ternyata ia menabrak seseorang .
“loe kalo jalan tuh liat liat dong ya. Sakit nih gue, loe tabrak kayak gitu!”omel seorang cowok, suaranya yang agak berat itu terdengar familiar ditelinga Mita.
“Maaf gue gak sengaja!”jawab Mita seraya menoleh kearah cowok yang telah ditabraknya.
“eh nona jutek, loe kenapa ? kok tampang loe kusut? Loe abis nangis yah?”
“bukan urusan loe, permisi!”
“eh tunggu, nih pake sapu tangan gue. Loe jelek kalo lagi nangis!”ujarnya sambil memberikanku sapu tangan berwarna merah dan disudut kiri sapu tangan tersebut ada bordiran namanya davidhio Wahyu dharmawan. Mita lalu pergi meninggalkan sekolah itu .
Gigi sampai rumah dengan mata yang sembab, kakinya berdarah ia masuk kamar dan menguncinya dari dalam. Lagu lagu mellow terdengar sangat kencang dari mp3 playernya. Ia menelungkupkan badannya lalu menangis sekencang mungkin. Entah karena luka perih dikakinya atau karna perih hatinya mendengar pengakuan Ikmal yang hanya mencintai Mita. Tapi seharusnya ia gak berhak marah dong kan dalam statusnya gigi belum menjadi kekasih Ikmal,dan itu juga menjadi haknya Ikmal mau suka dan sayang sama siapa. Tapi apa daya Hatinya sudah terselimuti dengan kekecewaan dan rasa sakit hati. Drtt bunti getaran hpnya , ia berjalan tertatih menuju hp yang ia letakan di atas meja .
From : best Mita :)
Gi, loe jangan berfikiran macem macem dulu yaa, gue gak mau loe salah faham dan nantinya kita berantem Cuma karna hal sepele .
~replay
to : Best Mita :)
gue Cuma butuh waktu buat sendirian kok Mit, dan mudah mudahan aja gue gak salah tanggap sama kejadian tadi :) loe ngerti kan?
~sent
From : best Mita :)
Kalo loe udah tenang gue mau ketemu dan ngejelasin semuanya :)
~replay
Gigi meletakan kembali hpnya diatas laci,tapi kali ini ia mematikan hpnya seakan tak mau diganggu. Ia mengambil air hangat dan mengompres luka dikakinya. Biar bagaimana pun bundanya tak boleh tau tentang luka dikakinya, bisa bisa nanti bundanya yang baik itu menjadi bawel dan memarahi Gigi karena tindakannya yang ceroboh.
~
Dirumah Ikmal memikirkan ucapan Mita tadi, ia masih belum percaya bahwa Gigi sangat menyayanginya. Ia teringat kembali peristiwa 3minggu yang lalu saat Ikmal terjatuh dipertandingan sepakbola antar sekolah Gigi lah yang paling khawatir dengan keadaannya. Hampir setiap hari gigi menghubunginya tapi Ikmal benar benar tak menyadarinya, Gigi cewek yang penuh dengan keceriaan dihatinya menangis hanya karna ucapan bodoh Ikmal, padahal jelas jelas Mita tak menyukainya. Lalu apa yang harus ia perbuat sekarang? Cewek yang menyayanginya telah tersakiti secara tidak sengaja, sekarang untuk bertemu Gigi pun rasanya Ikmal malu, bagaimana tidak, Ikmal merasa bodoh dengan sikap tidak pekanya terhadap wanita. Arrght, apa yang mesti gue lakuin? Cewek kayak Gigi gak sepantesnya nangis karna gue. Gue emang bego!!!ujar Ikmal memaki dirinya sendiri, dia mengambil sebuah bingkai yang ada foto mereka bertiga setelah menang kejuaraan sepak bola .

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking