Dinsdag 12 Julie 2016

A. Karaoke

In my opinion, karaoke is the most fun thing to express themselves. when I was bored, sad, and happy I chose to sing a song. although among them many who feel uncomfortable with this way. But many also feel karaoke is a shameful thing because not everyone has a lovely voice. But for me, this is a very pleasant expression submission. As the proverb states, when you are happy you will be listening to a song. but, when you feel sad that you will understand the lyrics of the song.

Indonesian Cultural Existence Practically Disappears in its Own Home

Indonesia is a country that has distinctive social orders. This general public contrasts happens in light of the way that Indonesia country includes a few islands where each island has its own specific culture. Regardless, at this moment Indonesian culture is in danger of being lost because broke down by the times. There are such countless that advance of life is in danger. Those variables are from inside and outside. Through this paper, the makers will depict those parts that cause the peril of neighborhood Indonesian culture. Here are two entries that looking at those parts:
The primary is component from inside. The decreasing of Indonesia’s lifestyle vicinity in its own specific home is achieved by its own specific people that ignore their lifestyle especially for youngsters. They are quieted by front line life and started to neglect the qualities which is procured by their forerunners. Case in point, close-by vernaculars, social capacity, customs and Indonesian traditions have been lost in general society eye. In the blink of an eye, we could see no one needs to use adjacent lingo in light of the fact that they are mortified called plebeian. Other than the adolescents who couldn’t give a second thought less any more with the lifestyle, government in like manner less responsive in dealing with this issue. There is no veritable try from government to oversee Indonesians society.
The second is outside components. The Rapid stream of information which comes to Indonesia in like manner effects the deterioration of Indonesian culture. Various remote social orders, especially Western social orders have come and grown in Indonesia. Those western social orders are opposing with the Indonesians values as eastern nations. It in like manner gives dreadful effect in Indonesian’s standard as eastern nation. Nowadays, we can see the styles of dress that does not consent to the principles, penchants tanked, and poor lifestyle has grown in Indonesia.

Along these lines, the reducing of Indonesian culture vicinity in his own specific country as an eventual outcome of a couple of variables. They are inside and outside components. For keeping up the movement of Indonesia’s Culture, let us keep our own specific culture. Especially we as adolescents don’t feel embarrassed to secure our lifestyle moreover stem western social orders which come into our country. In case we have lost our interesting society infers we have lost our own specific national character.

Vrydag 29 Mei 2015

Makalah Konflik Sosial dan Ekonomi

BAB I
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, dan karunia, serta taufik dan hidayah-Nya. Saya dapat menyelesaikan makalah tentang “Konflik sosial dan ekonomi” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2 yang telah memberikan tugas ini kepada saya. Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dampak Koflik Sosial dan Ekonomi, dan juga bagaimana upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia yang mampu dalam hal materi agar ikut berperan serta untuk menghadapi Konflik Sosial dan Ekonomi Indonesia. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
      Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Depok, 29 Mei 2015
                                     

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap manusia dihadapan Tuhan adalah sama. Pernyataan tersebut merupakan hal yang secara universal diakui oleh manusia. Namun dalam masyarakat, dipandang ada yang berbeda karena status yang dimiliki.
Perjalanan proses pembangunan tak selamanya mampu memberikan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Pembangunan yang dilakukan di masyarakat akan menimbulkan dampak sosial  dan budaya bagi masyarakat. Pendapat ini berlandaskan pada asumsi pembangunan itu adalah proses perubahan (sosial  dan budaya). Selain itu masyarakat tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur pokok pembangunan itu sendiri, seperti teknologi dan birokrasi.
Dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial  saja, namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain. Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur, kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain. Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial  (pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial  (pembeda-bedaan).
Manusia merupakan sekumpulan individu yang membentuk sistem sosial  tertentu dan secara bersama-sama, memiliki tujuan bersama yang hendak dicapai, dan hidup dalam satu wilayah tertentu (dengan batas tertentu)serta memiliki pemerintahan untuk mengatur tujuan-tujuan kelompoknya atau individu dalam organisasinya. Dalam masyarakat itu kemudian semakin lama terbentuk suatu struktur yang jelas yaitu terbentuknya kebiasan-kebiasan, cara (usage), nilai/norma, dan adat istiadat. Struktur sosial  yang terbentuk ini kemudian lama-kelamaan menyebabkan adanya spesilisasi dalam masyarakat yang mengarah terciptanya status sosial  yang berbeda antar individu.
Perbedaan status sosial  di masyarakat tentunya akan diikuti pula oleh perbedaan peran yang dimiliki sesuai dengan status sosial  yang melekat pada diri seseorang. Perbedaan-perbedaan inilah yang menimbulkan setiap individu dalam suatu masyarakat menimbulkan adanya pelapisan sosial  atau yang lebih dikenal dengan stratifikasi sosial.
Esensi dari stratifikasi sosial  adalah setiap individu memiliki beberapa posisi sosial  dan masing-masing orang memerankan beberapa peran, sehingga hal ini memungkinkan untuk mengklasifikasikan individu-individu kedalam kategori status-peran,dimana perangkingan didasarkan atas posisi relative dari peran-peran yang mereka mainkan secara keseluruhan.
Pada zaman kuno, sebagaimana yang dikemukaan oleh Aritoteles, mengatakan bahwa di dalam tiap Negara terdapat tiga unsur yaitu, mereka yang kaya sekali, mereka yang miskin, dan mereka yang ada ditengah-tengahnya. Hal itu menunjukkan pada zaman dahulu orang telah mengenal dan mengakui adanya sistem pelapisan dalan masyarakat sebagai akibat adanya sesuatu yang mereka anggap berharga, sehingga ada yang mempunyai kedudukan diatas dan pula di bawah.
Pada umumnya mereka yang menduduki lapisan atas tidak hanya memeiliki satu macam saja dari sesuatu yang dihargai oleh masyarakat, akan tetapi kedudukan yang tinggi tersebut bersifat kumulatif. Artinya mereka yang mempunyai uang banyak, misalnya, akan mudah mendapatkan tanah, kekuasaan, ilmu pengetahuan, bahkan mungkin kehormatan tertentu.
Cara yang paling mudah untuk mengerti pengertian konsep sratifikasi sosial  atau perbedaan status sosial  adalah dengan berfikir membanding-bandingkan kemampuan, baik kemampuan kecerdasan, jabatan, maupun ekonomi, dan apa yang dimiliki anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lainnya.
Dalam lingkup masyarakat yang ada di Indonesia, status sosial  sering menjadi momok bagi masyarakat. Dimana jabatan serta kekayaan sebagai acuan untuk mencapai sebuah keinginan bagi orang yang memilikinya, dalam arti bahwa yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin.
Masalah yang biasanya dihadapi oleh masyarakat majemuk adalah adanya persentuhan dan saling hubungan antara kebudayaan suku bangsa dengan kebudayaan umum lokal, dan dengan kebudayaan nasional. Kondisi masyarakat Indonesia yang sangat plural baik dari aspek suku, ras, agama serta status sosial ini memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perkembangan dan dinamika dalam masyarakat. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia mendemonstrasikan hubungan antar etnik dan agama telah berulangkali mengalami pasang surut yang memprihatinkan.  Bahkan dalam banyak kasus, kerusuhan atau peperangan antarsuku dan agama, sering membawa korban yang tidak sedikit dan sulit untuk diatasi.

Adanya berbagai konflik ini biasanya mendekatkan kita pada satu konsep Etnosentrisme. Secara formal, Etnosentrisme didefinisikan sebagai pandangan bahwa kelompok sendiri adalah pusat segalanya dan kelompok lain akan selalu dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok sendiri. Etnosentrisme membuat kebudayaan diri sebagai patokan dalam mengukur baik buruknya, atau tinggi rendahnya dan benar atau ganjilnya kebudayaan lain dalam proporsi kemiripannya dengan kebudayaan sendiri.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pluralisme dalam perspektif filsafat budaya merupakan konsep kemanusiaan yang memuat kerangka interaksi dan menunjukkan sikap saling menghargai, saling menghormati, toleransi satu sama lain dan saling hadir bersama atas dasar persaudaraan dan kebersamaan; dilaksanakan secara produktif dan berlangsung tanpa konflik sehingga terjadi asimilasi dan akulturasi budaya. Pluralitas tidak bisa dihindarkan apalagi ditolak meskipun golongan tertentu cenderung menolaknya karena pluralitas dianggap ancaman terhadap eksistensi komunitasnya. Sebenarnya pluralisme merupakan cara pandang yang bersifat horisontal, menyangkut bagaimana hubungan antarindividu yang berbeda identitas harus disikapi.
Adanya plularitas inilah yang mengakibatkan adanya status sosial ekonomi. Faktor status sosial ekonimi diantaranya ialah; kekayaan dan penghasilan, pekerjaan, pendidikan, ukuran kehormatan, ukuran kekuasaan, ukuran ilmu pengetahuan, kedudukan dan peran. Perbedaan status sosial akan dapat berdampak pada konflik sosial diantara penyebabnya antara lain; perbedaan pendapat, salah paham, ada pihak yang dirugikan dan perasaan yang sensitif.
Konflik yang terjadi pada manusia ada berbagai macam ragamnya, bentuknya, dan jenisnya. Soetopo (1999) mengklasifikasikan jenis konflik, dipandang dari segi materinya menjadi empat, yaitu: Konflik tujuan. Konflik peranan, Konflik nilai, Konflik kebijakan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik sosial adalah : EliminationSubjugation atau dominationMajority rule,Minority consentKompromiIntegrasi.
Untuk mengatasi atau solusi dari konflik status sosial ekonomi di masyarakat permasalahan ekonomi adalah sebuah topik dari banyak topik dalam mempelajari ilmu ekonomi. Dan merupakan topik yang paling banyak dibicarakan baik itu di masyarakat maupun media.
Di Indonesia terdapat banyak sekali permasalahan ekonomi. Pemerintah selalu berupaya untuk menghilangkan masalah-masalah ekonomi di negeri kita ini, meskipun belum semuanya dapat terlaksana dan terealisasikan dengan baik. Sebagai warga Negara kita dapat berpartisipasi untuk mengatasi masalah ini. Misalnya dengan cara belajar dengan baik dan membayar pajak

B.     Saran
Dari beberapa konflik yang ada kita bisa menyarankan untuk para orang – orang bersangkutan sebaiknya dari permasalahan ini kita mencari jalan keluar agar masalah yang ada segera untuk menyelesaikan masalah yang ada di sekitar dan di Indonesia. Selain itu, kita bisa mengambil makna dari permasalahan yang ada disekitar.

Vrydag 24 April 2015

KEBUDAYAAN JAKARTA (TUGAS SOFTSKILL 2)

Sifat dan Tujuan Eksposisi
Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau yang di kelilingin oleh lautan dan setiap daerah memiliki kesenian dan kebudayaan yang berbeda-beda pula. Ibukota Indonesia adalah Jakarta. Rata-rata penduduk Jakarta adalah orang-orang yang besaral dari Jakarta atau suku betawi. Namun saat ini sudah banyak masyarakat luar Jakarta yang tinggal di kota Jakarta karena Jakata merupakan kota metropolitan dan kota perantauan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan bahnkan ingin mengubah nasip di perantauan.
Walaupun dikenal sebagai kota metropolitan, Jakarta memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di dalamnya khususnya mereka yang asli berasal dari kota Jakarta atau suku betawi. Jakarta memang sebagai ibukota dari Negara Indonesia namun Jakarta tidak akan pernah lepas dari kesenian dan kebudayaan yang ada dan menyangkut di dalamnya.
            Namun, adanya gaya modernisasi membuat seluruh kebudayaan Jakarta tenggelam. Bahkan, banyak orang yang tidak mengetahui beberapa kebudayaan Jakarta yang mendalam seperti kesenian tari yang bernama Tari topeng dan tari cokek betawi atau mungkin mereka juga malas untuk mengenal alat musik tanjidor yang berasal dari betawi.
            Sebagai kota gemerlap yang tidak pernah tidur, dampak modernisasi sangat terasa di kota Jakarta. Melalui modernisasi gaya asing sangatlah mudah untuk masuk ke Jakarta. Masuknya budaya asing tentu saja membuat kebudayaan kebudayaan Jakarta terutama tersingkirkan. Dan bahkan kebudayaan ini jarang sekali untuk dimunculkan. Kebudayaan Jakarta seperti ondel-ondel ataupun lenong sudah mulai jarang untuk ditampilkan setiap ada acara perayaan apapun.
            Dan mirisnya, para generasi muda pun lebih menyukai yang kekinian, mereka lebih menyukai beberapa kebudayaan asing dan akhirnya melupakan kebudayaan daerahnya sendiri. Beberapa dari mereka lebih menyukai gaya hidup yang serba mewah agar dibilang modern. Dan mereka lebih memilih aliran musik yang bergenre house musik ketimbang beberapa lagu daerah.
Sifat dan Tujuan Persuasi
Dan oleh karena itu sebagai bangsa Indonesia dan khususnya yang tinggal di daerah Jakarta maupun keturunan asli Jakarta mulai lah berfikir secara logis untuk menjaga kebudayaan Jakarta, karena bagaimana pun juga itu akan menjadi sebuah ciri khas untuk kota Jakarta sendiri.

Dan sebagai mahasiswa sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya kebudayaan Betawi yang ada di Jakarta, jangan sampai kebudayaan ini hilang dimakan oleh jaman karena kemajuan teknologi dan budaya luar yang sudah masuk ke Indonesia.

Sondag 29 Maart 2015

Kenaikan Harga BBM yang berdampak negative pada kenaikan tarif angkutan umum

Kenaikan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak yang baru baru ini terjadi sudah cukup meresahkan bagi kaum yang mempunyai penghasilan pas-pasan. Pasalnya, harga bbm yang sudah terbilang mahal harus bertambah mahal lagi.
Kenaikan BBM juga berdampak buruk pada tariff angkutan umum, biasanya si supir angkutan umum ikut menaikan harga tariff perjalanan. Beberapa penumpang untuk angkutan umum berjenis mikrolet KWK, Bus Sedang, dan Bus Besar dikenakan tariff sebesar Rp. 4000 sedangkan untuk anak sekolah masih dikenakan tariff pelajar seperti biasa.
Kenaikan harga bbm ternyata memunculkan suatu fakta baru, yaitu dengan naiknya tariff angkutan umum yang membuat beberapa penumpang complain. Tapi menurut para supir, jika mereka tidak menaikan tariff angkutan, mereka yang akan mengalami kerugian.

Bahkan dengan ikut naiknya tariff angkutan umum, para supir juga mengalami pendapatan yang menurun, sebab beberapa penumpang yang naik MPU ikut menurun dengan naiknya tariff.

Vrydag 09 Januarie 2015

TUGAS 2 : PERILAKU KONSUMEN

Analisa jurnal tentang perilaku konsumen terhadap pembelian suatu barang/merek/brand.
Penelitian diadakan di Giant Hypermarket MOG di Jalan Kawi dan MATOS Hypermart di Jalan Veteran di kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keputusan pembelian konsumen terhadap chicken nugget dan untuk mengetahui faktor-faktor pengaruh. Jumlah sampel 100 responden dengan 50 konsumen dari setiap lokasi yang digunakan untuk mendapatkan data yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan dari 19 Mei - 26 Juni 2013. Data primer dikumpulkan dengan metode survey menggunakan kuisioner struktural. Analisis data terdiri dari dua tahap, yaitu analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini bahwa konsumen membeli chicken nugget dengan merek dan kuantitas yang sama namun berdasarkan kebutuhan. Faktor "lingkungan sosial chicken nugget konsumen", "promosi, tempat dan komposisi chicken nugget", "harga dan merek chicken nugget", "promosi dan produk chicken nugget", jenis kelamin dan pekerjaan dapat meningkatkan pembelian konsumen terhadap produk chicken nugget.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumen berpengaruh terhadap pembelian chicken nugget. Faktor “lingkungan social konsumen chicken nugget”, “bentuk promosi, tempat penjualan, dan komposisi chicken nugget”, “harga dan merk chicken nugget”, “promosi dan produk chicken nugget”, jenis kelamin dan pekerjaan dapat meningkatkan pembelian chicken nugget di Kota Malang.

Sumber : http://fapet.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/01/PERILAKU-KONSUMEN-DALAM-PEMBELIAN-PRODUK-CHICKEN-NUGGET.pdf

TUGAS 1 SOFTSKILL : PERILAKU KONSUMEN

Bagaimana perilaku konsumen terhadap pembelian/belanja secara online?

Analisis Perilaku Konsumen dalam Pembelian Online
Di zaman serba instan ini, biasanya seseorang menginginkan sesuatu hal didapatkan secara mudah dan dengan cara yang sederhana. Misalnya dalam berbelanja. pembeli tidak perlu lagi datang ke toko dimana produk yang dia inginkan dijual. Pembeli hanya perlu mengakses internet kemudian memilih website sebagai toko online yang menjual produk yang dia inginkan. Setelah memilih barang yang diinginkan sesuai dengan spesifikasinya, dia hanya perlu membayarnya dengan kartu kredit atau transfer melalui phone banking dan bisa juga melalui layanan internet banking. Pembeli hanya perlu menunggu sampai barang yang di pesan dikirimkan langsung ke rumah.
Belanja online sebetulnya dalam sejarahnya sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Hanya saja saat itu medianya bukan dengan menggunakan layanan internet. Saat itu sudah dikenal dengan memakai televisi dan telepon. Penjual dapat mengiklankan produknya menggunakan televisi dan pembeli dapat membeli barang tersebut secara online melalui sambungan telepon. Caranya hampir sama dengan belanja online dengan layanan internet. Pembeli hanya tinggal menghubungi penjual, kemudian penjual mengirimkan barangnya ke rumah pembeli dan terjadilah transaksi jual beli di rumah pembeli.
Lain lagi jika kita membeli sebuah barang melalui sebuah forum jual beli. Dalam forum jual beli lebih diutamakan kenyamanan masing-masing pihak antara penjual dan pembeli. Misalnya mereka bisa melakukan pembayaran secara COD (Cash On Delivery) atau menggunakan Rekening Bersama. Namun cara seperti COD memang ada kelemahannya. Karena pembeli dan penjual tetap harus mau repot untuk bertemu di sebuah tempat yang dijanjikan. Keuntungannya adalah keduanya bisa sama-sama mengerti tentang barang dan jenis transaksi yang lebih cepat yaitu menggunakan uang tunai.
Saya pribadi memiliki pengalaman dalam berbelanja online. Saat itu saya tengah menyiapkan kelahiran si buah hati. Sebagai orang tua tentu saja kami menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari pakaian hingga perlengkapan lainnya. Nah, saat itu saya sangat tertarik pada gendongan kangguru. Karena di toko aslinya lebih mahal akhirnya saya mencarinya secara online. Alhamdulillah saya mendapatkan toko online yang menjual gendongan kangguru yang saya inginkan. Tinggal memilih item yang saya inginkan, kemudian melakukan pembayaran melalui transfer bank dan saya hanya tinggal menunggu barang tersebut dikirimkan. Tidak jarang toko online memberikan potongan harga menarik dan barangnya tentu saja bisa saya dapatkan lebih murah.
Keunggulan Belanja Online
Ada beberapa keunggulan berbelanja secara online, antara lain:
Pertama, pembeli tidak terikat antara jarak dan waktu. Contoh sederhana misalnya beberapa waktu yang lalu, saya mempunyai konsumen yang berasal dari kota Pontianak. Disana jarang sekali ditemukan pusat perbelanjaan, seperti toko pakaian, dll. Terkadang dia mengalami kesulitan untuk mencari pakaian-pakaian yang ia inginkan. Dengan adanya toko online, konsumen saya tidak kesulitan lagi mencari pakaian-pakaian yang ia inginkan. Dia hanya perlu mencari toko online yang menjual pakaian yang dia inginkan kemudian dia memesannya secara online pula. Dengan demikian, keinginannya untuk mendapatkan pakaian terbaru kini sudah terbantu berkat toko online. Lebih cepat dan lebih mudah.
 Kedua, pembeli dari segala usia bisa melakukan belanja secara online. Dengan memanfaatkan gadget yang anda miliki, anda bisa membeli barang yang anda inginkan secara online. Pembeli hanya tinggal memilih barang apa saja yang akan dipesan. Setelah melakukan pembayaran melalui transfer uang, pembeli hanya tinggal menunggu barang yang dipesan datang ke rumah secara langsung. Tidak repot harus keluar rumah dan mengeluarkan biaya bensin. Jika dihitung-hitung akan lebih mahal berbelanja secara langsung ke tokonya. Pembeli akan lebih banyak mengeluarkan uang. Selain untuk ongkos bensin, pastilah juga keluar biaya lain. Perlu usaha lebih dan godaannya pun semakin banyak jika berbelanja secara langsung.
Ketiga, belanja secara online sangat menghemat waktu dan energi. Bagi pekerja di Jakarta, tentu waktu dan energi adalah sesuatu hal yang sangat berharga. Pekerja yang terbiasa berangkat pagi hari dan pulang malam hari tentu saja tidak memiliki waktu lagi untuk berbelanja secara langsung kecuali pada hari libur. Dengan adanya toko online mereka tidak perlu lagi khawatir, karena berbelanja dapat di lakukan dimana saja dan kapan saja. Apakah ketika terjebak di kemacetan Jakarta atau saat terbangun tengah malam. Toko online selalu buka setiap saat selama 24 jam dalam seminggu. 
Kelemahan Belanja Online
Dibalik keunggulan pastilah ada beberapa kelemahan. Namun hal ini bisa di hindari jika kita mengetahui sebelumnya. Berikut adalah beberapa kelemahan berbelanja secara online;
Pertama, barang yang dipajang di toko online bisa saja spesifikasinya berbeda dengan yang dikirimkan. Disinilah hak pembeli untuk meminta jaminan atau garansi. Jika spesifikasi tidak sesuai dengan yang dicantumkan di toko online pelanggan berhak mendapatkan penggantian atau uang kembali. Maka jangan lupa untuk screen shot halaman websitenya setiap kita akan membeli sebuah barang. Agar kita bisa melakukan komplen jika barang yang kita beli spesifikasinya tidak sesuai dengan yang disebutkan di toko onlinenya. Bahkan di forum jual beli pemberian garansi sudah menjadi hal yang lumrah sehingga pembeli tidak ragu dan khawatir lagi. Dengan adanya garansi justru akan menaikkan posisi tawar sebuah barang dan tentu saja menaikkan reputasi toko online tersebut.
Kedua, jika barang yang di kirim tidak sesuai dengan spesifikasinya yang paling repot adalah melakukan klaim. Prosesnya bisa lebih lama dibandingkan dengan proses membelinya. Maka ukuran sebuah toko online itu berkualitas atau tidak dapat dilihat juga dari proses kemudahan klaim. Jika hal ini diabaikan lebih baik pembeli menghindari toko online seperti ini. Untuk itu lihatlah testimoni-testimoni terhadap toko online tersebut. Di forum jual beli, testimoni pelanggan jelas sangat berpengaruh terhadap reputasi seorang pedagang. Dengan mengolah testimoni, sebuah toko online akan semakin besar dan semakin memiliki reputasi baik di mata calon pembeli. Pembeli biasanya akan menjadi pelanggan tetap, jika merasa puas dengan layanan dan proses yang baik. Akan lebih baik jika testimoni itu bukan hanya sebatas testimoni secara online.
Ketiga, toko online sangat bergantung pada kurir atau perusahaan jasa pengiriman. Lihat dengan teliti siapakah rekanan toko online tersebut. Karena proses pengiriman bisa saja lebih lama dari yang dijanjikan terutama pada masa-masa sibuk seperti saat Hari Raya. Durasi pengiriman yang cepat juga dapat meningkatkan reputasi toko online. Meskipun sebetulnya pengiriman sudah dilimpahkan pada jasa pengiriman. Maka ada baiknya pembeli memahami betul mana saja perusahaan jasa pengiriman yang bisa tepat waktu mengirimkan barang yang dipesan.
Kami mempunyai solusi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan diatas :
Cari toko online yang memiliki rekam jejak yang baik melalui testimoni dan reputasinya. Jadilah pembeli yang cerdas. Untuk menjadi pembeli yang cerdas dimulai dari memilih toko online yang memang sudah betul-betul memiliki reputasi baik. Agar terhindar dari penipuan dan cybercrime lainnya. Pembeli juga harus teliti dengan barang-barang yang di deskripsikan. Jangan malu untuk bertanya dahulu kepada customer service. Pembeli harus cerewet untuk memastikan bahwa barang yang dipesan memang sesuai dengan keinginan pembeli. Proses tanya jawab tersebut bisa dilakukan melalui chatting atau via sms atau bbm, dan lain sebagainya. Tidak jarang mereka juga memiliki social media sehingga bisa lebih mendekatkan diri pada pelanggannya.

Sumber : http://rifiandhika.wordpress.com/2013/03/21/perilaku-konsumen-jual-beli-online/

Vrydag 31 Oktober 2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEORANG KONSUMEN DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN

1.      Faktor Sosial
a. Grup
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Pengaruh Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Peran dan Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat(Kotler, Amstrong, 2006, p.135).

2.      Faktor Personal
a. Situasi Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Gaya Hidup
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Kepribadian dan Konsep Diri
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Umur dan Siklus Hidup
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis.(Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207)

3.      Faktor Psikologi
a. Motivasi
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama(Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).

4.      Faktor Kebudayaan
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subkultur
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Kelas Sosial
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).


PENGERTIAN DAN TUJUAN MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN (TUGAS 1)

Pengertian Perilaku Konsumen menurut para Ahli

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action” (p.3). Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
Menurut Loudon dan Bitta Mencakup proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang dilakukan konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan mendapatkan barang atau jasa.
Menurut Hawkins, Best dan Coney Merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok atau organisasi melakukan proses pemilihan, pengamanan, penggunaan dan penghentian produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya terhadap konsumen dan masyarakat.
Menurut Schiffman dan Kanuk Merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, uang dan usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dikonsumsi.

Tujuan Perilaku Konsumen

Tujuan mempelajari perilaku konsumen untuk melaksanakan semua kegiatan dalam proses manajemen pemasaran, pemasar perlu mengetahui perilaku konsumen. Sasarannya supaya kiat-kiat pemasaran yang dilakukan benar-benar mengarah pada profitability dari perusahaan.


Sumber :


Woensdag 19 Februarie 2014

Apalah Arti Menunggu**

Menunggu..
Sebuah kata yang cukup membosankan untuk didengar, atau malah untuk dijalankan. Mengapa aku sebut membosankan? Karena aku telah menjalankan itu selama sekitar enam tahun. Menunggu apa yang aku rasa harus ku tunggu. Namun tidak jelas akan kepastiannya.

Tahukah kamu?

Tidak ada hal yang lebih membosankan daripada harus menunggu. Menunggu tanpa kepastian. Menunggu hal yang buram, yang tidak jelas bahkan semua pun seperti warna abu-abu. Tapi, aku terus dan tetap bertahan.
Apakah kamu tau, perasaan kuat apa yang mendorongku terus bertahan untukmu? Tahukah kamu perasaan apa yang kuat untuk terus berdiri tanpa mengenal lelah? Perasaan ini yang aku sebut Cinta.

Cinta.

Satu perasaan tidak berwujud, tapi sangat berharga. Perasaan itu yang mendorongku untuk tetap menunggu dirimu. Tidak perduli bagaimana akhirnya. Aku tetap berpegang teguh pada janjimu. Janji akan setia padaku, dan akan kembali menemuiku nanti.

Janji itu. Ingatkah kamu. Malam dimana sehari sebelum kepergianmu, kamu berjanji padaku. Disaksikan oleh cahaya bulan dan bintang yang gemerlap menghiasi angkasa. Ingatkah kamu. Malam itu kamu mengucapkan janji yang membuatku tidak kuat untuk menahan air mata yang berdesakan ingin keluar? Ingatkah kamu. Malam itu kamu terus merengkuhku kedalam pelukanmu. Menenangkan hati dan jiwaku yang resah atas kepergianmu.

Ingatkah kamu.

Malam itu kamu berjanji akan terus ada untukku. Karena katamu jarak tidak akan pernah membuat kita terpisah? Tapi nyatanya? Kamu menghilang. Bagai matahari yang tergusur oleh awan kelabu dan air hujan. Bagai tulisan pasir yang terhempas oleh ombak.

Kamu seakan sirna. Seakan hilang ditelan bumi. Tahukah kamu? Aku masih setia berkunjung ke tempat dimana pertama kali kamu bilang kamuu mencintai aku. Aku masih berdiri tegak. Aku tidak perduli apa yang mereka katakan tentang kamu. Yang aku tau, kamu tidak seperti yang mereka katakan. Yah. Itu yang masih aku percayai. Sampai saat ini.

Satu tahun.

Aku masih berdiri dengan tegak. Masih mengharapkan kehadiranmu. Ditempat yang sama. Menunggu kamu. Di waktu yang pernah kamu utarakan dulu. Hari ini adalah hari jadi kita. Dan lagi-lagi dulu kamu berjanji akan menemuiku saat hari special kita tiba. Aku terus menunggu.

Tahukah kamu?

Aku datang sebelum matahari terbit, dan aku pulang setelah lewat tengah malam. Tapi, kamu tidak kunjung datang. Bahkan tidak ada tanda-tanda kedatanganmu sama sekali. Apakah kamu lupa? Atau malah kamu memang sengaja tidak ingin menemuiku? Atau mungkin kamu terlalu sibuk? Yah. Mungkin kamu memang terlalu sibuk. Mungkin aku terlalu percaya kepadamu.

Tahun-tahun berikutnya.

Selamat hari jadi yang kesekian kalinya. Tahukah kamu? Aku tetap merayakan hari jadi kita. Ditemani lilin-lilin kecil yang aku hias untuk menggantikan sinar lampu. Dan tidak lupa aku membawa sepotong kue tart dan lilin berbentuk angka sesuai umur hubungan kita. Tahukah kamu? Aku selalu meminta pada tuhan untuk membawamu kembali ketempat ini. membawamu kembali kedalam pelukanku. Membawamu kembali dikehidupanku yang nyata. Namun sepertinya sia-sia.

Lagi-lagi aku meniup lilin dan memakan kue itu sendirian. Menatap indahnya bulan dan bintang ditemani beberapa butiran air mata yang terus menetes. Tahukah kamu? Melewati hal seperti ini sangat menyakitkan untukku. Tidakkah kamu mengetahuinya? Apakah disana kamu merindukanmu? Apakah disana kamu mengingatku? Apa disetiap doamu masih terselip namaku? Seperti yang selama ini aku lakukan. Seperti aku yang selalu mengingatmu, merindukanmu, bahkan selalu menyebut namamu disetiap hembusan nafasku.

Apakah aku ini masih penting? Hal itu yang selalu terucap dalam ingatanku. Apakah aku ini masih cukup pantas untuk diingat? Tidak. Ku rasa itu jawaban yang pantas. Aku tidak cukup atau bahkan memang sangat tidak pantas untuk diingat. Aku mengerti.

Kepergianmu beberapa tahun yang lalu tentu bukan keinginanmu. Itu keinginan orang tuamu. Mereka menginginkan kita berpisah bukan? Itu sebabnya mereka mengirimkan kamu ke negeri yang entah berantah. Ayah dan ibumu tidak menyetujui hubungan kita. Hanya karena aku ini bukan orang  yang berada seperti keluargamu. Mereka menilaiku hanya berdasarkan materi. Mungkin aku memang tidak pantas. Sangat tidak pantas.

Aku mencintaimu. Bukan karena kamu orang yang kaya raya. Bukan karena alasan-alasan lainnya. Memangnya kenapa kalau kamu itu orang kaya atau miskin? Aku tidak harus memperdulikannya bukan?

Kita bersatu karena cinta. Atas dasar perasaan yang membuat kita bahagia. Kamu mencintaiku dan begitupun sebaliknya. Atau malah aku lebih mencintai kamu. Lebih dari perasaan orang lain terhadapmu.
Namun, keputusan orang tuamu sepertinya membuat kamu menyerah. Berhenti mencintaiku. Atau mungkin janji yang pernah kamu ucapkan hanya sekedar basa-basi agar aku tidak tersakiti. Kalau memang iya, kamu salah besar. Kepura-puraanmu membuat aku jauh lebih terpuruk dan  tersakiti.

Puaskah kamu?
Puaskah kamu melihat kehancuran yang aku alami saat ini? puaskah kamu melihat aku tidak bisa lagi mencintai orang lain? Puaskah kamu membuatku terbang dan akhirnya terhempas? Puaskah kamu?
**
Enam tahun setelah kepergianmu.

Aku kembali mengunjungi tempat ini dengan kebaya berwarna merah. Tahukah kamu? Hari ini adalah hari pertunanganku. Aku sadar tidak ada lagi yang bisa aku harapkan. Tidak ada lagi hal yang harus membuatku tetap menunggumu. Semua telah sirna. Aku sudah menguburkan segala angan-angan indah bersama-mu.

Pria itu. Dia adalah sahabat kita.

Ingatkah kamu? Dia ternyata memendam perasaan cinta kepadaku. Menurutku, tidak ada yang salah dengan melepaskanmu dan menjalani lembaran baru bersamanya. Mungkin kini aku sudah merasa lelah mencintaimu. Atau mungkin, kini saatnya aku merasakan indahnya dicintai dengan tulus oleh orang lain.

Dia adalah sahabatku, tentu sahabatmu juga. Dan menurutku tidak cukup susah untuk mencintainya. Yah, hanya memerlukan waktu. Seiring berjalannya waktu aku tentu akan mencintainya dan melupakan kenangan kita.
Tangan halus nan kekar merangkul pinggangku, dengan senyuman khasnya ia mengajakku pulang. Jam sudah menunjukan pukul delapan. Satu jam lagi aku akan meresmikan pertunanganku. Semoga jalan ini memang yang terbaik. Untukku dan untukmu yang sudah meninggalkanku tanpa jejak.

Pertunangan itu berjalan sangat lancar. Senyum merekah dari wajah semua yang menyaksikannya. Dan tahukah kamu, aku melihat sosok ibumu datang ke pesta pertunanganku dengannya. Ia terlihat sangat bahagia. Aku tau, ini memang yang ia inginkan.

Dan Hari pernikahan itu tiba.

Satu tahun setelah pertunangan, dia, keluarganya, dan juga keluargaku merencanakan pernikahan tersebut. Aku tidak menolak. Bukan karena aku pecundang atau wanita yang tidak berani. Namun satu hal yang membuatku kuat untuk berbahagia bersamanya. Aku mulai mencintainya.

Perhatiannya, cinta kasihnya, dan semua yang ia lakukan tulus untuk membuatku bahagia. Dan itu adalah point penting dalam hidupku. aku sadar, sudah tidak ada gunanya menunggumu. Menunggu harapan kosong yang pernah kau tebar padaku. Dan aku sadar. Betapa bodohnya aku terus menunggu tanpa ada kepastian.

Kamu menang.

Kamu pemenangnya. Puaskah kamu sudah membuatku seperti ini? tuhan selalu menyayangi umatnya yang selalu sabar, bukan? Dan sekarang adalah saatnya tuhan menunjukan jalan kebahagiaan untukku.

Kemeja putih, Dasi kupu-kupu, Jas abu-abu, Celana bahan hitam.
Gaun pengantin putih, heels berwarna gading, make-up natural.

Hari pernikahan itu benar-benar tiba. Janji suci itu pun terucap. Janji akan menjalani hidup bersama, selamanya. Janji akan saling setia, dan janji akan tetap bersama walaupun badai menghadang. Aku bahagia. Air mata haru turun berdesakan. Dia mengecup singkat bibirku. Membuat seluruh tamu tersenyum ikut merasakannya.

Tahukah kamu apa yang aku rasakan?

Aku bahagia. Sangat bahagia. Ternyata ini jauh lebih membahagiakan dibanding saat kamu menyatakan perasaanmu kepadaku. Kamu tau? Dia benar-benar membuatku merasa sempurna. Dia memperlakukanku layaknya ratu.
Dihari pernikahan ini, aku menatap bahagia kepada para tamu. Para teman-teman yang datang dan menanyakan bagaimana bisa aku menikah dengannya. Aku bingung. Tetapi kemudian aku bilang, ini semua rahasia tuhan.

Dan hal yang tak kusangka. Kamu hadir.

Kamu hadir dalam balutan jas yang membuat ketampananmu menyeruak keluar. Kamu menghampiri aku dan suamiku. Mengucapkan kata selamat serta memberikan kado yang cukup besar. Kali ini aku berterimakasih. Berterimakasih dengan tegas. Karena kamu menerima akhir bahagia yang aku rasakan.
“maaf. Maaf untuk beberapa tahun membuatmu menunggu. Maaf untuk ucapan, ataupun sikap yang  sudah membuatmu tersakiti. Sekarang bahagialah, sayang” kamu mengucapkan itu dengan lirih. Sangat lirih.
“tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku melakukan ini semua karena kemauanku. Dan saat ini, carilah kebahagiaanmu. Aku tentu sangat bahagia dengan rencana tuhan. Dan kini, kamu pun harus mendapatkan kebahagiaanmu” Aku menyahut tak kalah lirih. Berbagai kenangan bersamamu tiba-tiba saja berganti dengan apa yang aku alami satu tahun ini bersamanya. Bersama suamiku. Bersama imam dimasa depanku.

Aku rasa kini kamu benar-benar harus mencari kebahagiaanmu. Berbahagialah dengan siapapun yang akan menjadi jodohmu. Karena disini, akupun sudah berbahagia dengan suamiku.


The end **

Sondag 26 Januarie 2014

KENAPA KOPERASI BISA BERTAHAN DI SAAT KRISIS MONETER DI TAHUN 1998 ?

Koperasi sejak awal diperkenalkan di
Indonesia memang sudah diarahkan untuk
berpihak kepada kepentingan ekonomi rakyat yang
dikenal sebagai golongan ekonomi lemah. Strata ini
biasanya berasal dari kelompok masyarakat kelas
menengah ke bawah. Eksistensi koperasi memang
merupakan suatu fenomena tersendiri, sebab tidak
satu lembaga sejenis lainnya yang mampu
menyamainya, tetapi sekaligus diharapkan menjadi
penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya.
Lembaga koperasi oleh banyak kalangan, diyakini
sangat sesuai dengan budaya dan tata kehidupan
bangsa Indonesia.
Pada saat Era Reformasi ditandai dengan
berhentinya pemerintahan Orde Baru dan krisis
moneter pada tahun 1997. Krisis moneter masa ini
mengakibatkan hancurnya sistem ekonomi
terutama di Indonesia. Sehingga koperasi lebih
mempunyai peranan pada masa ini. Namun perlu
pula diadakan pembangunan untuk koperasi,
karena inilah sumber ekonomi rakyat kecil.
 Pembangunan koperasi pada masa ini diarahkan
kepada:
Pemulihan produksi dan distribusi
pangan.
Memperbesar akses kredit.
Penataan kelembagaan.
Redistribusi aset.
Membangun industri berbasis sumber
daya.
Ekonomi berbasis iptek.
Operasional dari pembangunan tersebut
dibuat program pemberdayaan koperasi
dan UKM.
Faktor-faktor yang membuat koperasi di Indonesia
masih bertahan ditengah krisis moneter antara
lain:
Alasan keadilan yang cukup mantap
pelaksanaannya dalam koperasi.
Karena koperasi mampu mengumpulkan
berbagai sumber untuk membentuk kekuatan
bersama dalam menghadapi persaingan badan
usaha lain. Dana tersebutb berasal dari
Pemerintah maupun dari pengusaha UMKM
yang menjadi anggota koperasi.
Keberhasilan koperasi bukanlah semata-mata
peran pelaku koperasi dan pemerintah saja
tetapi peran keseluruhan masyarakat untuk
dapat menjadikan lingkungan yang kondusif
untuk koperasi dapat hidup dan berkembang
dengan sehat. Oleh karena itu, setiap lapisan
masyarakat beserta keseluruhan aparat
pemerintah perlu untuk senantiasa
bergandengan tangan di dalam menghidupkan
kembali dan menyuburkan koperasi
Indonesia.
Pada tahun 1999 terjadi perubahan
mendasar dalam pembangunan koperasi dari
perubahan Departemen Koperasi menjadi Menteri
Negara Koperasi dan PKM. Perubahan ini
bertujuan untuk mengurangi peranan pemerintah
dalam pembangunan koperasi yang dinilai terlalu
dominan pada masa orde baru. Tugas Menteri
Negara dalam pembangunan koperasi adalah
menjadi regulator, fasilitator, stabilisator, dan
dinamisator. Terbukti sampai dengan bulan
November 2001, misalnya, berdasarkan data
Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
(UKM), jumlah koperasi di seluruh Indonesia
tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan
jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000
orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah
koperasi per Desember 1998 mengalami
peningkatan sebanyak dua kali lipat. Jumlah
koperasi aktif juga mengalami perkembangan yang
cukup menggembirakan, yaitu per November 2001
sebanyak 96.180 unit (88,14 persen). Hingga tahun
2004 tercatat 130.730, tetapi yang aktif mencapai
28,55%, sedangkan yang menjalan rapat tahunan
anggota (RAT) hanya 35,42% koperasi saja. Data
terakhir tahun 2006 ada 138.411 unit dengan
anggota 27.042.342 orang akan tetapi yang aktif
94.708 unit dan yang tidak aktif sebesar 43.703
unit.
Pada periode tahun 2001-2003, pembinaan
koperasi berada pada kedudukan lembaga non
pemerintah Non Departemen (Keputusan Presiden
No 103 Tahun 2001) yaitu Kementerian Koperasi
dan UKM. Pembangunan koperasi pada periode ini
merupakan kelanjutan dari pembangunan nasional
tanpa BPS-KPKM. Pada masa ini program-program
pokok ditujukan dalam rangka melaksanakan lima
pembangunan nasional, salah satunya terkait
dengan pembangunan ekonomi yaitu “Mempercepat
Pemulihan Ekonomi dan Memperkuat Landasan
Pembangunan Berkelanjutan dan Berkeadilan
berdasarkan Sistem Ekonomi Kerakyatan”.
Pendekatan strategis dalam propenas ditujukan
dengan mengutamakan langkah-langkah
kebijakan dan program yang lebih menekankan
kepada pentingnya penguatan kelembagaan.

Sumber : Google

mohamadihsan03.blogspot.com/2014/01/kenapa-koperasi-bisa-bertahan-di-saat.html?m=1#!/2014/01/kenapa-koperasi-bisa-bertahan-di-saat.html